Tips Jitu Cara Budidaya Ikan Lele

Kandungan Ikan Lele

Ikan lele kaya akan nutrisi dan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Beberapa kandungan dalam satu ekor ikan ini ialah:

15,6 gram Protein yang berfungsi memenuhi kebutuhan asam amino pada tubuh manusia.
40 persen Vitamin B-12 yang bermanfaat untuk memecah zat makanan menjadi energi.
875 mg Asam Lemak Omega-6 dan 220 mg Asam Lemak Omega-3 yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fungsi jantung.
122 Kalori,
6,1 gram Lemak (rendah).
Rendah Merkuri.

Untuk itu tidak heran jika permintaan cara budidaya ikan koi ini tidak pernah sepi. Hal ini pun bisa menjadi peluang untuk Anda yang tertarik memulai bisnis ternak lele budidaya kutu air.

1 Pembuatan Kolam

Kolam ikan lele bisa terbuat dari tanah, terpal, maupun semen dengan ukuran yang sangat besar.

Sebelum menebar bibitnya, Anda harus menunggu beberapa hari agar lumut dan fitoplankton terbentuk sehingga air kolam tidak mudah keruh.

Berikan jarak yang cukup dalam dari permukaan agar ikan tidak kepanasan dan mati. Suhu air yang disarankan ialah 20 hingga 280C.

Tambahkan tanaman seperti eceng gondok atau talas agar dapat menyerap racun air kolam dan memberi keteduhan.

2 Benih yang Berkualitas

Benih ikan lele unggul memiliki beberapa ciri fisik, yakni:

Jantan: Perut ramping, tulang kepala pipih, warna lebih gelap, lincah, dan kelamin berbentuk runcing.
Betina: Perut lebih besar daripada punggungnya, kepala cembung, gerakan lamban, dan kelamin berbentuk bulat.

Selain itu, bibit lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan.

3 Proses Kawin

Perhatikan ciri ikan lele yang siap kawin dari warna kelaminnya. Alat kelamin jantan akan berwarna merah dan betina berwarna kuning.

Nantinya, sel telur ikan lele yang sudah dibuahi akan menempel pada sarang dengan jangka waktu 24 jam.

Setelah itu telur akan menetas dan menjadi anakan ikan lele yang siap dipisahkan.

4 Pengembangbiakan

Sebelum dipindahkan, siapkan terlebih dahulu ember yang diisi air kolam untuk menampung benih lele.

Hal ini penting agar benih lele tidak mengalami stres yang bisa menyebabkan kematian.

Jika sudah siap, letakkan ember ke dalam kolam pada malam atau pagi hari setelah air kolam dikurangi sekitar 10 hingga 20 cm.

Tunggu hingga 24 jam agar benih-benih lele bisa beradaptasi dengan kolam.

5 Pemeliharaan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan lele, yakni:

Pengelolaan Air

Jangan mengganti air kolam sebelum masa panen tiba agar ketenangan air kolam terjaga saat lele dalam masa pertumbuhan.

Jangan menggunakan cara sirkulasi saat menguras kolam, karena dapat mengurangi keasaman air kolam.

Anda boleh menambah air kolam, dengan catatan benih lele sudah diberi makan dan lakukan secara bertahap.

Pemberian Makan

Pakan ikan lele bisa berupa pellet, keong mas, plankton, cacing, atau sentrat 781-1 yang kandungannya sangat dibutuhkan ikan lele.

Berilah pakan 3 kali sehari sekitar pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam.

Berikan pakan tambahan jika terdapat lele yang lincah mendongakkan kepala.

Sebaiknya, beri makan setelah matahari terbit agar polusi yang mencemari air hancur saat terkena sinar matahari.

Jangan memberikan pakan di kala hujan, karena dapat mencemarkan zat asam pada pakan nantinya.

Ternak Lele – Finansialku

Leave a Comment

Your email address will not be published.