Ini Komponen Utama dalam Manajemen Keuangan

Donasi Online – Masih banyak orang yang mengeluhkan tentang bagaimana caranya manajemen keuangan yang baik.

Sebenarnya, tidak ada aturan baku dalam mengelola keuangan untuk mencapai kebebasan finansial di masa mendatang.

Semuanya tergantung kebiasaan dan pengaturan gaya hidup kamu.

Manajemen keuangan memang cukup luas cakupannya.

Maka dari itu, kamu sebaiknya mengetahui lebih dulu komponen apa saja yang harus ada untuk mulai memperbaiki perencanaan finansial kamu.

Berikut ini adalah komponen komponen utama dalam mengatur keuangan dengan baik. Yuk, simak!

Ini Komponen Utama dalam Manajemen Keuangan

  1. Rencana Anggaran

Bagi kamu yang masih hidup sendiri atau bersama orangtua mungkin menganggap bahwa membuat rencana anggaran tidak terlalu penting.

Tentu saja, anggapan tersebut tidak tepat.

Membuat rencana keuangan ternyata sangat mempengaruhi jalan hidup kamu ke depannya.

Terlebih lagi jika kamu sudah menikah, dan bahkan sudah memiliki anak.

Rencana keuangan ini akan sangat dibutuhkan.

Mengurus rumah tangga tidaklah mudah, kamu harus memikirkan kehidupan dua orang (atau lebih) dalam satu waktu.

Mulai dari memasak, membersihkan rumah, merawat anak, hingga memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Oleh karena itu, sekarang saatnya bagi kamu pemuda dan pemudi mulai membuat rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

Hitung-hitung belajar dalam manajemen keuangan sebelum hidup berumah tangga.

Dalam membuat anggaran, kamu harus melakukannya dengan teliti dan hati-hati supaya tidak ada ketimpangan pada perencanaan yang telah kamu atur.

Begitu banyak ahli keuangan yang mengakui bahwa menyusun rencana keuangan merupakan tahap paling penting dalam manajemen keuangan.

Mereka membuat anggaran dengan mengalokasikan pemasukan ke dalam beberapa kebutuhan dan keinginan.

Ditambah lagi, para ahli keuangan menyarankan pembuatan akun rekening berbeda untuk memisahkan kategori pengeluaran yang ada.

Misalnya, rekening untuk berbelanja tentu beda dengan rekening untuk membayar tagihan, dan sebagainya.

  1. Pencatatan Pengeluaran

Komponen kedua yaitu melakukan pencatatan pengeluaran.

Kegiatan ini juga tidak kalah penting dalam manajemen keuangan.

Para pebisnis kerap meminta seluruh karyawan mencatat pengeluaran sekecil apa pun atas barang atau jasa yang digunakan.

Tujuannya untuk mengetahui kemana uang mereka pergi, apakah sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat atau tidak.

Selain itu, keuangan perusahaan akan lebih tertata rapi.

Kalaupun kalau ada kesalahan, pelacakan akan lebih mudah dilakukan.

Pencatatan ini sangatlah berguna sebagai tolok ukur perusahaan dan analisis kondisi keuangan.

Tentu saja, akan lebih mudah jika kamu yang melakukannya secara personal.

Dengan membuat pencatatan pengeluaran, kamu bisa mengetahui pola dan kondisi keuangan nyata milikmu sendiri secara lebih detil.

Kamu juga bisa mengestimasi berapa banyak uang yang kamu alokasikan ke tabungan.

Jika kamu tidak menerapkan kebiasaan ini, bisa dipastikan kamu selalu merasakan ‘tanggal tua’ bahkan di tengah bulan.

Setelah kamu mengetahui pola keuangannya, kamu akan lebih mudah dalam memprediksi jumlah anggaran yang dikeluarkan pada bulan berikutnya.

Sehingga kamu bisa menyusun anggaran mulai dari sekarang juga.

  1. Laporan Keuangan

Setelah kamu mencatat pengeluaran, akan lebih baik lagi jika kamu membuat laporannya secara lebih terstruktur.

Tidak hanya bisnis yang harus memiliki laporan finansial, setiap individu juga perlu memilikinya.

Termasuk kamu yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, laporan keuangan akan sangat berguna.

Laporan keuangan biasanya terdiri dari informasi yang terkait dengan posisi keuangan, kinerja, hingga perubahan posisi keuangan yang terjadi, termasuk jumlah kesetaraan antara pemasukan dan pengeluaran.

Laporan keuangan ini bisa menjadi bahan evaluasi di bulan berikutnya bila terjadi ketimpangan jumlah antara pemasukan dan pengeluaran dalam satu bulan penuh di mobile banking Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.