Bebas dari Penyakit Berkat Berpikir Positif

Dot bayi – Melawan Penyakit dengan Optimisme

Sebuah penelitian mengungkap, pasien yang berpikir positif terbukti lebih cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya, dibanding pasien yang menyerah dengan kondisi tersebut.

Sebab, pasien yang berpikir positif cenderung lebih tekun dalam menjalani pengobatan. Mereka juga lebih semangat untuk menjalani proses pemulihan. Sebaliknya, pasien yang berpikiran negatif cenderung tidak patuh dengan rencana pengobatan yang telah direncanakan sehingga lebih lama untuk sembuh. Sebagian lainnya bahkan lebih pasrah dan kurang memiliki daya juang dalam upayanya untuk sembuh.

Penelitian lain mengungkap manfaat dari berpikir positif. Mereka yang berpikir positif memiliki risiko yang lebih rendah untuk terserang penyakit jantung dan peradangan. Ada pula penelitian lain yang turut menemukan, orang yang hidup dengan penyakit jantung koroner tetapi terus berupaya untuk berpikir positif, dapat memiliki usia yang lebih panjang.

Berpikir positif adalah kunci utama dalam mengelola stres, yang selanjutnya akan berperan mendatangkan banyak manfaat kesehatan. Secara umum, berikut manfaat berpikir positif terhadap kesehatan:

Tidak mudah sakit.
Risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah berkurang.
Usia harapan hidup lebih panjang.
Tingkat depresi yang lebih rendah.
Mampu berpikir lebih kreatif, dan lebih mampu memecahkan masalah.
Kemampuan memori dan daya konsentrasi yang lebih tinggi.

Di bidang olahraga, para atlet yang memenuhi kepalanya dengan pikiran positif terbukti mendapat pencapaian yang lebih tinggi.
Cara Sederhana Membiasakan Diri untuk Berpikir Positif

Berpikir positif bukan berarti Anda mengabaikan musibah yang sedang dialami, melainkan suatu cara dalam menyikapi dan menangani situasi tersebut dari sudut pandang yang lebih baik.

Cara-cara berikut dapat dicoba untuk membiasakan diri berpikir positif:

Melawan Penyakit dengan Optimisme

Sebuah penelitian mengungkap, pasien yang berpikir positif terbukti lebih cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya, dibanding pasien yang menyerah dengan kondisi tersebut.

Sebab, pasien yang berpikir positif cenderung lebih tekun dalam menjalani pengobatan. Mereka juga lebih semangat untuk menjalani proses pemulihan. Sebaliknya, pasien yang berpikiran negatif cenderung tidak patuh dengan rencana pengobatan yang telah direncanakan sehingga lebih lama untuk sembuh. Sebagian lainnya bahkan lebih pasrah dan kurang memiliki daya juang dalam upayanya untuk sembuh.

Penelitian lain mengungkap manfaat dari berpikir positif. Mereka yang berpikir positif memiliki risiko yang lebih rendah untuk terserang penyakit jantung dan peradangan. Ada pula penelitian lain yang turut menemukan, orang yang hidup dengan penyakit jantung koroner tetapi terus berupaya untuk berpikir positif, dapat memiliki usia yang lebih panjang.

Berpikir positif adalah kunci utama dalam mengelola stres, yang selanjutnya akan berperan mendatangkan banyak manfaat kesehatan. Secara umum, berikut manfaat berpikir positif terhadap kesehatan:

    Tidak mudah sakit.
    Risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah berkurang.
    Usia harapan hidup lebih panjang.
    Tingkat depresi yang lebih rendah.
    Mampu berpikir lebih kreatif, dan lebih mampu memecahkan masalah.
    Kemampuan memori dan daya konsentrasi yang lebih tinggi.

Di bidang olahraga, para atlet yang memenuhi kepalanya dengan pikiran positif terbukti mendapat pencapaian yang lebih tinggi.
Cara Sederhana Membiasakan Diri untuk Berpikir Positif

Berpikir positif bukan berarti Anda mengabaikan musibah yang sedang dialami, melainkan suatu cara dalam menyikapi dan menangani situasi tersebut dari sudut pandang yang lebih baik.

Cara-cara berikut dapat dicoba untuk membiasakan diri berpikir positif:

    Bicara pada diri sendiri
    Dalam hal ini, berpikir positif dilakukan dengan cara membicarakan hal-hal positif dari kejadian yang Anda hadapi, seperti memberi semangat kepada diri sendiri. Jika pikiran negatif mulai menghampiri, pikirkan hal-hal baik dari diri Anda. Sikapi hal buruk yang Anda alami dengan sikap optimis dan jadikan hal tersebut sebagai pelajaran berharga.
    Ambil sisi baik
    Percayalah bahwa dibalik setiap kejadian buruk, ada sisi baik yang bisa diambil. Agar berpikir positif menjadi lebih mudah, tuliskan apa saja hal-hal baik yang patut untuk disyukuri. Baca kembali tulisan tersebut  saat pikiran negatif kembali muncul.
    Ubah pemikiran
    Saat ada kejadian atau kegagalan yang menghampiri, jangan anggap bahwa kejadian tersebut telah menghancurkan hidup Anda. Ubah pemikiran menjadi lebih positif dengan menganggap bahwa kegagalan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran. Anda dapat memperbaiki semuanya dan kembali menjalani hidup dengan lebih baik.
    Tentukan apa yang perlu diubah
    Agar dapat lebih optimis dan dapat berpikir positif, kenali apa yang menyebabkan pikiran negatif muncul. Setelahnya, upayakan untuk memperbaiki hal tersebut dengan cara yang lebih positif. Lalu tentukan apa saja yang perlu ada ubah, demi mencapai hidup yang lebih positif dan bahagia.
    Berteman dengan orang-orang positif
    Lingkungan juga memengaruhi pola pikir Anda. Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif untuk bisa mendukung pengembangan diri. Hal ini dapat mendukung Anda untuk mengembangkan diri, dan dapat memberi Anda inspirasi sekaligus motivasi dalam menjalani kehidupan.
    Tersenyum dan tertawa
    Mungkin bukan hal yang mudah, namun tetap tertawa dan tersenyum meski dalam keadaan sulit sekalipun. Temukan kejadian sehari-hari yang patut ditertawai atau tonton tayangan yang membuat Anda terhibur. Cara ini dapat mengurangi stres.

Leave a Reply